Cokelat berasal dari biji kakao yang dapat diolah menjadi beragam jenis makanan dan minuman. Selain itu, cokelat juga sering digunakan sebagai campuran untuk membuat kue, biskuit, es krim, hingga permen.

Cokelat kaya akan kandungan antioksidan, termasuk polifenol, flavanol, dan katekin. Berkat kandungan inilah cokelat dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Lantas, apa saja manfaat cokelat?

Beragam Manfaat Cokelat untuk Kesehatan

Ada beberapa manfaat cokelat untuk kesehatan yang dapat Anda peroleh, di antaranya:

1. Meningkatkan mood

Manfaat cokelat satu ini tidak perlu diragukan lagi. Cokelat memang sangat dikenal dapat meningkatkan mood.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi cokelat dapat menurunkan hormon kortisol yang dihasilkan tubuh saat stres dan  merangsang otak untuk melepaskan lebih banyak hormon endorfin dan serotonin yang dapat membuat Anda merasa bahagia.

2. Mengendalikan nafsu makan

Sebuah studi menyebutkan bahwa makan cokelat sebelum atau sesudah makan dapat memberikan efek kenyang. Hal ini dapat mengurangi keinginan Anda untuk mengonsumsi camilan yang bisa memicu bertambahnya berat badan.

Oleh karena itu, konsumsi cokelat diyakini dapat mengendalikan nafsu makan, sehingga baik untuk menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap ideal.

3. Menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Kandungan flavonoid dalam cokelat dapat melancarkan aliran darah dan mengurangi risiko terjadinya penyumbatan di pembuluh darah. Efek ini menjadikan cokelat sebagai salah satu makanan yang baik untuk mencegah penyakit jantung dan stroke.

Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas cokelat dalam mencegah penyakit stroke.

4. Mengontrol kadar gula darah

Manfaat kandungan flavonoid dalam cokelat yang tidak kalah penting adalah mengontrol kadar gula darah. Oleh karena itu, cokelat baik dikonsumsi untuk mencegah resistensi insulin dan diabetes.

Namun, untuk mendapatkan manfaat ini, Anda perlu lebih cermat dalam memilih cokelat yang akan dikonsumsi. Beberapa jenis cokelat telah diberi gula tambahan dan justru bisa menyebabkan diabetes bila dikonsumsi secara berlebihan.

5. Menurunkan kadar kolesterol

Cokelat dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Oleh karena itu, manfaat cokelat ini baik untuk mencegah penumpukan kolesterol di dalam pembuluh darah, sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke.

Namun, penelitian mengenai manfaat cokelat tersebut baru dilakukan dalam skala kecil dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya.

6. Memelihara fungsi dan kesehatan otak

Mengonsumsi cokelat juga diketahui baik untuk menjaga kesehatan dan fungsi otak. Manfaat ini berasal dari kandungan flavonoid dalam cokelat yang mampu meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.

Tak hanya itu, kandungan epikatein dalam cokelat juga dapat menurunkan risiko terjadinya penurunan fungsi otak yang dapat menyebabkan demensia atau pikun.

7. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Kandungan antioksidan dalam cokelat diyakini dapat mencegah kerusakan sel yang menjadi salah satu penyebab penyakit kanker. Sebuah studi menyebutkan bahwa seseorang yang rutin mengonsumsi cokelat dapat menurunkan risiko terkena kanker.

Namun, studi mengenai efek antikanker pada cokelat ini masih terbatas dan diperlukan penelitian lebih lanjut.

Tips Aman Mengonsumsi Cokelat

Meski memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, konsumsi cokelat secara berlebihan, terutama yang mengandung gula tambahan, dapat menimbulkan risiko terjadinya masalah kesehatan, seperti:

  • Kerusakan gigi
  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Muncul jerawat atau memperburuk jerawat yang sudah ada
  • Reaksi alergi

Selain itu, cokelat juga mengandung kafein yang bila dikonsumsi secara berlebihan, dapat menimbulkan efek samping berupa peningkatan detak jantung, sering buang air kecil, sulit tidur, sembelit, hingga migrain.

Agar aman dan terhindar dari risiko tersebut, Anda dianjurkan untuk lebih cermat dalam mengonsumsi cokelat. Berikut ini adalah beberapa tips mengonsumsi cokelat yang dapat Anda lakukan:

  • Pilihlah cokelat hitam yang mengandung kakao 70–85%.
  • Hindari terlalu banyak mengonsumsi cokelat susu, karena biasanya telah diberi gula tambahan dan mengandung lebih banyak lemak.
  • Hindari menambahkan susu skim ke dalam minuman cokelat.
  • Batasi konsumsi cokelat setidaknya hanya 20 gram setiap harinya.
  • Perhatikan nilai gizi yang biasanya tertera pada kemasan cokelat batang atau bubuk cokelat sebelum mengonsumsinya.

Bila Anda mengalami gejala tertentu setelah mengonsumsi cokelat, seperti sakit kepala, mual, atau muntah, segera periksakan diri ke dokter agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Selain itu, dokter juga dapat menentukan batas konsumsi cokelat sesuai kondisi Anda agar manfaat cokelat dapat Anda peroleh secara maksimal.

Sumber:Alodokter.com